Jumat, 06 Agustus 2010

Kontak

Contact Form

Nama Anda*
Email Anda*
Pesan Tentang*
Tulis Pesan Anda*
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[Refresh Image][What's This?]
Powered byEMF PHP Form

Salam Ramadhan

seminggu yang lalu aku lihat suatu acara anak di salah satu stasiun TV,
acaranya sih biasa aja,berformat opera anak semacam lenong bocah kalau jaman aku kecil dulu,
di bawakan oleh Om Sule (sebagai si pembawa cerita) bersama anak-anak sanggar.
di salah satu bagian, ada adegan di mana beberapa anak yang sedang berantem memperebutkan sesuatu,oleh Om Sule (si pembawa cerita) di pisahkan dan di damaikan dengan cara ”mengaitkan dua jari kelingking” antara anak yang berantem tadi.
dan tahu kah kau sahabat,adegan tadi sejenak menariku pada masa dimana aku berada dalam situasi seperti itu,aku teringat masa kanak-kanak dulu.
Ya !”MENGAITKAN DUA JARI KELINGKING” suatu proses islah di jaman kita masih kanak-kanak dulu,suatu bentuk perdamaian antar anak-anak yang sedang berantem karena suatu hal (bisa memperebutkan sesuatu,salah paham, atau sekedar saling ejek).
andai kata kita di buat kesal atau bahkan di buat menangis oleh teman-teman kita, sebagai anak kita merasa berhak untuk menuntut perlakuan yang sama, yaitu MEMBALAS, kita mau mereka (teman-teman yang membuat kita kesal,jengkel,atau nahkan menangis) merasakan hal yang sama yang kita rasakan, Dan ini suatu bentuk proses pembelajaran yang alami di jaman kita masih anak-anak dulu, karena toh oleh orang yang kita anggap lebih dewasa (orang tua misalnya) Dendam untuk membalas tadi akan hilang dari hati (anak-anak) kita hanya dengan MENGAITKAN DUA JARI KELINGKING tadi oleh Ibu atau Ayah kita.

Proses memaafkan tadi setelah kita dewasa rupanya semakin sulit ya, terbukti sekarang kalau ada masalah (entah itu perselisihan,sengketa,perebutan atau bahkan saling ejek tadi) berujung dendam yang tak berkesudahan,kita sekarang(yang merasa sudah dewasa) telah kehilangan banyak hal tentang proses pembelajaran di waktu masih anak-anak dulu,
terlebih tentang memaafkan.
tlah begitu panjang hari-hari kita(aku khususnya) yang terlewati dengan dendam,amarah dan benci tanpa jarang mau memaafkan.
Ingin rasanya kembali ke masa itu,masa di mana tak ada dendam yang berkepanjangan, masa di mana dunia kita berjalan ”normal” tak seabsurd sekarang, tapi nyatanya inilah kehidupan yang sesungguhnya, The Real Life. kehidupan yang tlah di gariskan Tuhan pada diri kita masing-masing, kehidupan yang tlah di sempurnakan Tuhan dengan melewati bangian-bagian masa tadi.
Inilah hidup,
hidup yang begitu sempurna,dan indah.

dan sekiranya apa yang tlah(aku) lalui selama beberapa bulan kebelakang di komunitas ini kurang berkenan di hati para sahabat,mohon maaf yang sedalam-dalamnya...
terima kasih..

Kamis, 05 Agustus 2010

Bagi-bagi Tips Aman Pake LPG

Sejak diberlakukannya konversi bahan bakar minyak tanah ke elpiji, muncul berita-berita mengenai kebakaran yang diakibatkan oleh meledaknya tabung elpiji.

Kejadian ini sebagian berawal dari kelalaian dalam pemasangan dan pemeliharaan tabung serta kompor. Akibatnya, kebocoran gas pun terjadi dan menyulut kebakaran. Selain itu, beredarnya tabung elpiji palsu juga menjadi penyebab.

Sebenarnya elpiji tidaklah berbahaya. Bahkan jika paham dan cermat menggunakannya, elpiji jauh lebih aman dan efisien. Nah, berikut ini cara-cara yang harus dilakukan saat memakai elpiji di rumah.

1. Ketahui sifat elpiji. Elpiji adalah campuran berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair di tabung-tabung logam bertekanan. Elpiji memiliki sifat berikut:
* cairan dan gasnya sangat mudah terbakar,
* gas tidak beracun, tidak berwarna, dan biasanya berbau menyengat,
* gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder,
* cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat.

2. Perlakukan tabung elpiji dengan hati-hati. Letakkan kompor dan tabung elpiji di tempat datar dan di ruangan yang memiliki ventilasi udara yang baik. Idealnya, ventilasi dapur berada di dinding bagian bawah dan mengarah ke luar. Ini karena letak elpiji yang juga di bawah. Dengan demikian, jika tidak sengaja terjadi kebocoran, gas akan langsung tersalurkan ke luar. Tabung elpiji harus ditempatkan jauh dari kompor atau sumber api lain. Upayakan agar tabung tidak terpapar panas atau sinar matahari secara langsung.

3. Buka jendela sebelum menyalakan kompor. Jika dapur tak memiliki sirkulasi udara yang baik, bukalah jendela atau pintu terlebih dulu sebelum menyalakan kompor. Seandainya terjadi kebocoran, jendela atau pintu yang terbuka memungkinkan gas tersebut keluar. Lakukan hal yang sama bila dapur dalam keadaan tertutup dalam jangka waktu lama. Biarkan jendela dan pintu terbuka selama beberapa menit sebelum menyalakan lampu atau peralatan elektronik lainnya.

4. Perhatikan keadaan selang dan regulator. Selang harus terpasang erat dengan penjepit regulator maupun kompor. Pastikan selang tidak tertidih atau tertekuk. Pasang regulator pada mulut tabung elpiji. Setelah posisinya pas dan erat, putar tuas pengaturnya yang berwarna hitam sehingga tanda panahnya mengarah ke bawah dan terdengar bunyi "klik". Pemasangan yang baik tidak akan menyebabkan regulator terlepas dari mulut tabung elpiji.

5. Periksa kondisi tabung secara teratur. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seandainya terjadi kebocoran sehingga bisa segera dilakukan tindakan untuk mengatasinya. Periksa bagian-bagian yang rawan kebocoran, yaitu sambungan regulator dengan mulut tabung serta sambungan selang ke regulator dan ke kompor. Gosoklah bagian-bagian tersebut dengan air sabun. Apabila terjadi kebocoran, akan muncul gelembung-gelembung udara pada air sabun dan tercium bau khas elpiji.

6. Bersihkan kompor, selang, regulator, dan tabung secara teratur. Kompor maupun tabung gas yang kotor, juga bisa memicu insiden berbahaya. Saat memasak mungkin saja bagian-bagian itu terkena percikan makanan. Jika dibiarkan, baunya bisa mengundang binatang, terutama tikus. Tikus bisa menggigiti selang sehingga bolong.

7. Ketahui ciri-ciri terjadinya kebocoran. Berikut ini adalah poin-poin yang bisa dijadikan acuan:
* tercium bau khas elpiji yang menyengat,
* terdapat embunan di sekitar bagian tabung, seperti pegangan tabung (neck ring), mulut tabung, dan dudukan tabung (foot ring),
* terdengar bunyi mendesis pada regulator.

8. Bertindak cepat. Jika terjadi kebocoran pada tabung elpiji, segera lepaskan regulator dan bawa tabung ke luar ruangan. Letakkan di tempat terbuka. Jangan menyalakan api atau listrik saat terjadi kebocoran. Jika ragu, sebaiknya panggil agen atau penjual elpiji. Bila memang tabungnya bocor, kembalikan pada agen untuk diganti dengan tabung yang baru.

9. Gunakan peralatan yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Banyaknya insiden peledakan tabung elpiji juga terjadi karena penggunaan tabung gas dan peralatan konversi elpiji yang palsu. Anda tentu harus hati-hati. Untuk menghindarinya, sebaiknya manfaatkan paket konversi resmi keluaran Pertamina sesuai SNI.

Pusat Info Pertamina
Hotline 500-000. Telepon: (021) 7917-3000. SMS (021) 7111-3000. Faks: (021) 792-177. Email: pcc@pertamina.com.

By
Dwiantoro Rizki

Senin, 02 Agustus 2010